Mari Sukseskan Sensus Penduduk 2010

image

Sensus Penduduk pada dasarnya merupakan proses kegiatan pencacahan atau pengambilan stok (stock taking) penduduk suatu negara atau wilayah pada suatu saat tertentu.

Proses itu mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan diseminasi hasil sensus yang secara keseluruhan membutuhkan waktu relatif lama; normalnya 5-10 tahun.

Oleh karena cakupannya pada seluruh penduduk yang bertempat tinggal di seluruh wilayah geografis (tanpa kecuali) pada saat yang relatif sama maka kegiatan sensus membutuhkan sumber daya (termasuk anggaran) yang relatif sangat besar.

Data yang diperoleh merujuk pada saat tertentu yang dikenal dengan hari sensus (census date).

Tujuan Utama SP2010

Tujuan utama SP2010 adalah menghasilkan data dasar kependudukan untuk keperluan perencanaan pembangunan dan sistem perstatistikan nasional. Secara rinci tujuan utama SP2010 meliputi:

  1. Menyediakan data dasar kependudukan dan perumahan sampai dengan wilayah administrasi terkecil (desa/kelurahan).
  2. Melakukan peremajaan (up-dating) peta wilayah (blok sensus dan desa /kelurahan) hasil pemetaan SP2000 atau membuat peta baru untuk wilayah-wilayah baru hasil pemekaran. Peta blok sensus dan peta desa/kelurahan merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk keperluan pencacahan SP2010 dan pencacahan sensus atau survei kependudukan lain sebelum pelaksanaan sensus berikutnya.
  3. Menyusun Kerangka Contoh Induk (KCI) yang akan digunakan sebagai dasar perencanaan sensus atau survei kependudukan lain sebelum sensus penduduk yang berikutnya serta menyusun sistem informasi geografis (Geographic Informations System/GIS).

Tujuan Khusus SP2010

Tujuan khusus SP2010 adalah menghasilkan informasi kependudukan secara lebih rinci dan informasi lainnya untuk keperluan penghitungan berbagai parameter demografis, antara Angka Kelahiran, Angka Kematian, Angka Harapan Hidup dan lain –lain. Secara rinci tujuan khusus SP2010 mencakup:

  1. Menghasilkan paramater-parameter demografis yang meliputi Angka Kelahiran, Angka Kematian, Angka Harapan Hidup, dan Angka Migrasi Penduduk.
  2. Menghasilkan statistik dan indikator penyandang cacat (disability).
  3. Menghasilkan statistik dan indikator Millenium Development Goals (MDG) di bidang kependudukan.
  4. Menghasilkan statistik dan indikator Millenium Development Goals (MDG) di bidang perumahan.
  5. Menghasilkan data statistik potensi wilayah di seluruh Indonesia.

Peranan dan Urgensi Sensus Penduduk dan Perumahan

Kegiatan Sensus Penduduk dan Perumahan secara keseluruhan meliputi kegiatan pengumpulan, pengolahan dan penyajian data statistik kependudukan dan perumahan hingga wilayah administrasi terkecil. Data yang dihasilkan dapat memberikan gambaran lengkap mengenai komposisi, karakteristik, distribusi menurut wilayah (spatial distributions) dan organisasi (keluarga dan rumah tangga) penduduk dan perumahan.

Data hasil sensus penduduk dan perumahan memegang peranan penting untuk dasar perencanaan berbagai program, baik program yang dikelola pemerintah, swasta dan masyarakat umum. Peran dan urgensi data hasil sensus penduduk dan perumahan meliputi berbagai bidang/aspek yang sangat luas yang antara lain mencakup:

  1. Peran perencanaan di bidang administrasi publik dan pemerintahan. Hasil sensus penduduk dan perumahan merupakan dasar rujukan untuk menentukan program pemerataan kesejahteraan serta pelayanan pemerintah, distribusi dan alokasi dana pemerintah untuk pembangunan daerah, mengukur impact dari pembangunan industri dan lain sebagainya. Hasil sensus penduduk dan perumahan juga menjadi dasar rujukan untuk menentukan skala priotas pembangunan.
  2. Hasil sensus penduduk dan perumahan memegang peranan penting dalam menentukan seluruh elemen di dalam sistem perstatistikan nasional. Data hasil sensus juga digunakan sebagai benchmark untuk penghitungan berbagai statistik dan atau sebagai kerangka sampel untuk sampel survei.

Data hasil sensus penduduk dan perumahan dapat digunakan untuk menghasilkan statistik dan indikator hingga satuan wilayah administrasi terkecil atau menurut kelompok penduduk tertentu. Statistik dan indikator tersebut digunakan untuk perencanaan pembangunan di wilayah administrasi atau kelompok penduduk tertentu.

Hasil sensus digunakan sebagai rujukan atau benchmark untuk penelitian dan analisis. Angka Proyeksi Penduduk yang sangat dibutuhkan untuk perencanaan program pembangunan merupakan output dari hasil analisis data sensus.

Urutan Kegiatan SP2010

Sebagai kegiatan besar, kegiatan SP2010 secara keseluruhan mencakup berbagai jenis kegiatan pokok yang masing-masing dilaksanakan secara bertahap, sistematis dan terpadu. Secara umum masing-masing kegiatan pokok dilakukan secara bertahap mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hingga penyajian dan analisis data.

Pada dasarnya setiap jenis kegiatan pokok dilaksanakan secara terpisah antara satu dengan lainnya. Namun demikian, pelaksanaan kegiatan pokok tersebut harus dilaksanakan secara sistematis atau berurutan sesuai dengan hierarkhinya dan terpadu dengan kegiatan pokok lainnya.

Secara rinci jenis dan urutan seluruh kegiatan pokok SP2010 adalah sebagai berikut:

Kegiatan Persiapan

Kegiatan persiapan, meliputi kegiatan-kegiatan:

  1. Perencanaan dan penyusunan Organisasi SP2010.
  2. Kegiatan penyusunan instrumen (kuesioner, buku pedoman dan lainnya) dan Studi Pendahuluan/Uji Coba, yang meliputi kegiatan-kegiatan:

2.1. Penyusunan instrumen dan studi pendahuluan Statistik Potensi Desa.

2.2. Penyusunan instrumen dan studi pendahuluan Klasifikasi Urban-Rural

2.3. Penyusunan isntrumen dan studi pendahuluan Pemetaan Wilayah.

2.4. Penyusunan instrumen dan uji coba Sensus Penduduk, yang mencakup:

2.4.1. Uji coba organisasi lapangan SP2010

2.4.2. Penyusunan instrumen dan uji coba pencacahan SP2010

2.5. Penyusunan instrumen dan uji coba pencacahan Sensus Penduduk dan Perumahan.

2.6. Penyusunan instrumen dan uji coba sistem pengolahan data SP2010, yang mencakup:

2.6.1. Pemilihan sistem, media dan prosedur pengolahan data

2.6.2. Penyusunan dan uji coba Program Data Entry dan Tabulasi.

2.6.3. Penyusunan Buku Pedoman Editing/Coding dan Data Entry.

2.7. Pemilihan media dan uji coba sosialisasi SP201, yang mencakup:

2.7.1. Pemilihan media, prosedur dan organisasi sosialisasi SP2010

2.7.2. Uji coba sosialisasi SP2010.

3. Kegiatan persiapan pelaksanaan pencacahan, meliputi kegiatan-kegiatan:

3.1. Rekruitmen Master Instruktur Utama (Master Intama), Instruktur Utama (Intama) dan Instruktur Nasional (Innas) SP2010.

3.2. Rekruitmen petugas untuk Intruktur Daerah (Inda) dan Pencacah SP2010.

3.3. Workshop Master Instruktur Utama dan Instruktur Utama SP2010.

3.4. Pelatihan Instruktur Nasional SP2010.

3.5. Pencetakan seluruh dokumen pencacahan SP2010 dan pengi-riman ke daerah.

3.6. Pelatihan Intruktur Daerah SP2010.

3.7. Pelatihan Pencacah SP2010.

3.8. Pelaksanaan sosialisasi SP2010.

Kegiatan Pencacahan

Kegiatan pencacahan SP2010 dan pelaksanaan PES SP2010 yang mencakup kegiatan:
1. Pencacahan data Potensi Desa.
2. Penentuan klasifikasi Urban-Rural
3. Pemetaan Wilayah.
4. Pencacahan Listing SP2010.
5. Pencacahan sampel SP2010.
6. Pelaksanaan Post Enumeration Survei (PES) SP2010.

Kegiatan Pengolahan

Kegiatan Pengolahan Data SP2010, yang meliputi kegiatan-kegiatan:
1. Pelatihan Instruktur Pengolahan Data SP2010.
2. Pelatihan Petugas Pengolah Data SP2010.
3. Pencetakan dan pengiriman Buku Pedoman Editing/Coding dan Data Entry
4. Pelaksanaan Pengolahan Data.

Kegiatan Penyajian

Kegiatan Penyajian dan Analisis Data, meliputi kegiatan-kegiatan:
1. Tabulasi dan pemeriksaan silang hasil pencacahan listing SP2010.
2. Tabulasi dan pemeriksaan silang hasil pencacahan sampel SP2010.
3. Penyusunan dan pencetakan laporan hasil pelaksanaan PES SP2010.
4. Penyusunan dan pencetakan publikasi Laporan Pelaksanaan SP2010.
5. Penyusunan dan pencetakan publikasi SP2010 Seri L (Listing).
6. Penyusunan dan pencetakan publikasi SP2010 Seri S (Sampel).
7. Sosialisasi hasil SP2010.

Keunggulan SP2010

Hasil utama yang diperoleh dari kegiatan sensus penduduk berupa data mengenai total penduduk, komposisinya menurut jenis kelamin dan umur, karakteritik sosial-ekonomi yang pokok, serta sebarannya antar wilayah.

Hasil yang diperoleh merupakan sumber utama data demografi suatu negara atau wilayah. Di negara-negara dimana sistem registrasi penduduk masih lemah seperti Indonesia dan di kebanyakan negara berkembang lainnya, data sensus penduduk merupakan ru-jukan atau pengendali data serupa yang diperoleh dari pendekatan lain.

Karena cakupannya adalah seluruh wilayah maka data yang diperoleh dari sensus penduduk memiliki paling tidak dua macam keunggulan dibandingkan dengan data yang diperoleh dari sumber data lain:

Pertama, data sensus penduduk dapat disajikan pada tingkat wilayah administrasi terkecil. Oleh karena itu data sensus penduduk dapat mengisi kebutuhan statistik wilayah kecil (small area statistics) yang dirasakan semakin urgen di era desentralisasi ini.
Kedua, berbeda dengan data yang dipeoleh dari sampel survei, data sensus penduduk terbebas dari kesalahan sampling (sampling errors).

Dengan dua macam keunggulan itu maka data sensus penduduk memiliki potensi besar untuk dapat dimanfaatkan secara optimal dan meyakinkan untuk menyusun berbagai indikator kinerja (performance indicators) sejumlah kegiatan pembangunan suatu negara.

Terlebih lagi, SP2010 ini, berbeda secara signifikan dengan sensus-sensus sebelumnya, mencakup variabel sosial-ekonomi dalam jumlah yang relatif banyak.

Perbedaan Sensus dan Registrasi Penduduk

Registrasi penduduk meliputi kegiatan pencatatan dan pelaporan data kependudukan yang terdiri dari kelahiran, perkawinan, perpindahan, dan kematian penduduk serta statistik kependudukan lainnya yang dilakukan mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga tingkat provinsi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjembatani tersedianya data kependudukan tahunan, karena data kependudukan yang ada hanya dapat diperoleh dari Sensus Penduduk (SP) setiap 10 tahun dan Survai Penduduk Antar Sensus (supas) setiap 5 tahun di antara dua Sensus Penduduk. Pelaksanaan registrasi penduduk dilakukan oleh aparat pemerintah daerah di setiap provinsi, sedangkan Sensus Penduduk dikoordinir oleh BPS yang dilakukan serempak di seluruh Indonesia. Perbedaan lainnya, konsep yang dipakai di negara kita untuk Sensus Penduduk adalah kombinasi dari konsep de jure dan de facto, sedangkan Registrasi Penduduk menggunakan konsep de jure.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: