Akses Remote dengan SSH Secara Aman

Pernah takut untuk melakukan remote access ke komputer lain di jaringan secara biasa? Cobalah gunakan protokol SSH. Lebih aman? Tentunya, namanya juga Secure Shell (SSH). Menurut Wikipedia, berikut ini definisinya

Secure Shell or SSH is a network protocol that allows data to be exchanged using a secure channel between two networked devices. Used primarily on Linux and Unix based systems to access shell accounts, SSH was designed as a replacement for TELNET and other insecure remote shells, which send information, notably passwords, in plaintext, leaving them open for interception. The encryption used by SSH provides confidentiality and integrity of data over an insecure network, such as the Internet.Secure Shell or SSH is a network protocol that allows data to be exchanged using a secure channel between two networked devices. Used primarily on Linux and Unix based systems to access shell accounts, SSH was designed as a replacement for TELNET and other insecure remote shells, which send information, notably passwords, in plaintext, leaving them open for interception. The encryption used by SSH provides confidentiality and integrity of data over an insecure network, such as the Internet.

Cara melakukan aksesnya cukup mudah di Linux. Ini dia :

1. Seperti biasa, masuk ke shell (dari dulu sudah senang dengan Bourne Again Shell, bash, jadi aku pakai ini. Tapi terserah shell lain juga boleh).

2. Masukkan command “

ssh nama_user@nomor_ip_tujuan

“. Jangan lupa masukkan password kalau diminta.

contoh:

ssh root@10.6.3.124 

atau

ssh arie@10.6.33.122

3. Kalau berhasil, berarti kita sudah punya akses ke komputer tersebut. Yang pastinya sesuai dengan hak akses (privileges) dari user tadi. Kita bisa melakukan pengecekan isi-isi direktori, memanipulasi data di komputer tersebut, dsb.

4. Oiya, peringatan: gunakan cara ini secara bertanggung jawab ya. Jangan buat yang aneh-aneh.😀

Dengan begitu kita dapat mengakses komputer lain di jaringan (baik LAN maupun internet) secara aman.

One response to this post.

  1. […] Sayangnya justru ini membuat bootingnya jadi bermasalah. Jadi aku mesti mengubah file tersebut ke aslinya, dengan membuang baris tambahan tadi. Satu-satunya cara aku mesti mengubahnya lewat akses remote lewat PC lain di jaringan. Beruntung, koneksi LANnya selalu jalan. Jadinya aku minta tolong teman kantorku buat mengakses lewat komputernya. Jadi langsung saja aku akses lewat ssh. […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: