Menginstal CentOS5

centos_logo

Selama magang, di meja kerja ada 2 komputer yang selalu on bersama. Yang satu Windows XP (Acer) yang IPnya terdaftar koneksi internet 24 jam, untuk pembuatan dokumentasi, browsing, dan pengerjaan SMS gateway di windows. Yang satu Linux CentOS 5 (Lenovo) yang IPnya cuma terdaftar lokal (tapi kadang ditukar dengan IP Windows), dan untuk pengerjaan utama SMS gateway pakai Gammu.

Jadilah, rasanya perlu buat dokumentasi pribadi tentang langkah-langkah instalasi CentOS di Lenovo 64bit tadi. Sebenarnya gampang banget, dan yang sudah familiar dengan Redhat, Fedora, Mandrake, atau RedHat Family lainnya pasti merasa mudah. Tapi kadang lupa juga kalau gak ditulis.

CentOS adalah sistem operasi bebas yang didasarkan pada Red Hat Enterprise Linux (RHEL). Proyek ini berusaha untuk 100% binari kompatibel dengan produk hulunya (RHEL). Arsip perangkat lunak tambahan menyediakan versi terbaru paket-paketnya, berbasis paket RPM. CentOS singkatan dari Community ENTerprise Operating System (Sistem Operasi Perusahaan buatan Komunitas/Masyarakat). (sumber : Wikipedia Indonesia)

Ini dia langkah-langkahnya:

1. Persiapkan 6 cd installer. Atau pakai yang versi DVD boleh juga.

2. Setting dulu BIOS agar primary boot ada di CD. Ingat kan dengan ‘boot device priority’? Jangan lupa tekan F10 untuk menyimpan konfigurasi.

3. Masukkan CD pertama, dan biarkan ‘anaconda installer’ berjalan dulu.

4. Tekan ‘Next’ setiap ada konfirmasi. Dan ‘Skip’ jika diminta untuk cek CD.

5. Pilih konfigurasi manual untuk partisi. Sesuaikan dengan ukuran harddisk Anda. Saya pakai harddisk 160GB.

Saya pakai konfigurasi ini (tidak wajib sama, tapi bisa sebagai referensi) :
– /dev/sda1 100MB untuk partisi /boot , ukuran ini biasanya memang 100MB minimal
– /dev/sda2 4096MB untuk partisi swap, wajib ada, ukurannya usahakan minimal 1,5 kali ukuran RAM
– /dev/sda5 20480MB untuk partisi / , partisi root, wajib ada
– /dev/sda6 20480MB untuk partisi /home, gak harus ada
– /dev/sda7 50001MB untuk partisi /usr, gak harus ada
– /dev/sda8 85200MB untuk partisi /var, gak harus ada
– /dev/sda9 10240MB untuk partisi /srv, gak harus ada
– /dev/sda10 44622MB untuk partisi /opt, gak harus ada
Semua partisi tipe file systemnya ext3, kecuali swap tipenya swap. Oiya, kadang kesalahan terjadi saat menulis nama partisi, misalnya ‘/boot’ tapi ditulis ‘boot’.

6. Nikmati langkah-langkah instalasinya yang tidak terlalu jauh dengan instalasi Windows. Pilihlah software-software yang benar-benar Anda perlukan saja saat menyetting pilihan software yang akan diinstal. Setelah selesai CD pertama, biasanya akan ada konfirmasi untuk melanjutkan ke CD-CD berikutnya.

7. Terakhir, jangan lupa, jika untuk kepentingan software development, matikan dulu firewall dan SELinux (di-disabled). Sebenarnya kurang baik untuk keamanan, tapi kadang jadi repot jika sedang develop software ada warning macam-macam.
Selamat mencoba🙂

4 responses to this post.

  1. nice inpo gan..

    Balas

  2. makasih infonya Rie, akhirnya gw bisa membantu heri menginstal CentOS di komputernya..

    Andai kamu bisa melihat senyum yang tersungging di bibir heri.. *halah*

    Balas

  3. […] nih: 1. Instal dulu CentOS 5 di komputer Anda. 2. Instal CMake pada CentOS 5 tadi. Ini nih […]

    Balas

  4. […] saat kita menginstal CentOS kita sudah mencentang semua paket dan library yang terkait dengan MySQL. Jadi otomatis library tadi […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: